Ibu Kota Kembali Menayangkan Layar Tancap


Layar tancap di Kp Makassar (Foto: detik.com)
Jakarta - monitor tancap pernah menggabai puncak kejayaannya di medio 1980 sampai 1990-an alamat. setelah itu sejak mulai redup masuk untuk milenium ke3 dikala bioskop mulai sejak menjamur.

Kangennya warga kepada monitor tancap diwujudkan untuk momentum mendekati hri Kemerdekaan. 



Bertempat di RW 07, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur penduduk asik menyaksikan film "Mat Pelor" yg dibintangi Advent Bangun.

"Film 'Mat Pelor' ini film thn 1990, bintangnya Advent Bangun. Ceritanya menyangkut wong Betawi yg melawan penjajah. dirinya dipanggil Mat Pelor dikarenakan ia kebal pelor (peluru, red)," ucap daya upaya yg menjadi operator film di tempat, Selasa (16/8/2016).

Anak-anak duduk berbaris, biarpun morat-marit mereka kelihatan menikmati disaat malamnya. tidak semuanya memperhatikan adegan di monitor. Di antara mereka ada yg asik bergurau, main-main handphone tambah wari-wiri.

Ketua pemimpin program, Sandi Asmoro menyampaikan dipilihnya monitor tancap juga sebagai obat kangen penduduk. dia mau biar anak-anak kini di wilayahnya turut merasakan adanya monitor tancap.

"Jadi kita kangen banget serupa monitor tancep. kepingin banget nostalgia. aku lahir 1986. lalu kala mungil tidak jarang nemuin monitor tancep. aku mau anak-anak waktu ini ngerasain apa yg kita rasain kalo nonton monitor tancep," tutur Sandi.

Sandi sembari nostalgia mengemukakan bahwa momen kumpul, ketawa dan duduk bareng telah susah ditemui kepada periode kini. keadaan ini mau dikembalikan oleh Sandi dan sejumlah anak jejaka yg jadi panitia.

Lebih jauh beliau bercerita, RW 07 Kebon Pala yakni kampung yg menerima apresiasi alamat Badan Narkotoka Nasional yang merupakan Kampung Anti Narkoba. Penghargaan ini di raih guna thn 2010 sesudah penduduk kampung bergerak memberantas narkoba.

"Di RW 07 ini nama tempatnya tenda biru. Itu lalu menjadi sarang narkoba. Tapi dapet pemenang 3 berasal BNN sbg kampung anti narkoba di 2010," kata Sandi.
Layar tancap di Kp Makassar (foto: detikcom)

Sandi semula menyampaikan bahwa di kampunya berulang mempunyai aktivitas teratur tiap thn mendekati 17 Agustus. dgn masyarakat mereka swadaya menghasilkan acara-acara kebersamaan.

Tahun ini mereka meningkatkan tema dapat Kita dgn, Indonesiaku Indonesiamu". tujuan tema termuat, kata Sandi, lantaran anak bujang tak mampu dilakukan sendiri. termasuk juga program monitor tancap ini tak bisa diselenggarakan tidak dengan kerja bareng seluruh pihak.

"Anak jejaka miliki tidak sedikit gerakan. Ini salah wahid program festival 17 Agustus. Kita masih punyai situs, alamatnya festivalkita.com yg kita untuk bersumber 2012. Kalo kita punyai gerakan kita perlihatkan di situ," tutur Sandi bangga.

"Kita rencanain awal sebulan yg dulu. Sponsornya masyarakat. bermula RT/RW. anggaran bikin program ini hanya 1,2 juta, udah terima selesai kita," tambahnya.

Saat ini kurang lebih 200 wong semula asik melihat dgn. Pedagang kacang rebus pula ikut meramaikan, menunggu penduduk yg perlu cemilan diwaktu menikmati film "Mat Pelor".
Previous
Next Post »